Selasa, 16 September 2008

jangan sampe gelap

sudah termasuk basi memang untuk ngomongin pentingnya menghemat energi.
tapi saya orang yang sangat nyadar sekali dengan ancaman kegelapan dan "kematian" yang mungkin melanda bumi ini dan seluruh penghuninya apabila cadangan energi utama kita (bahan bakar fosil) akhirnya benar-benar habis dan belum ada seorang manusia pun yang sanggup menciptakan, menemukan, dan menyediakan (dalam jumlah banyak sekali untuk manusia di seluruh dunia) energi baru dan terbarukan sebagai pengganti BBM.

bayangkan, kalo kita ngga bisa lagi mondar-mandir kesana kemari menggunakan kendaraan bermotor seperti biasanya. wew.
artinya, kita harus jalan kaki kemana-mana, dan kembali lagi menggunakan alat transportasi jadul yang mengandalkan kayuhan, tenaga binatang, dan hal-hal non bahan bakar lainnya.

okay.
maybe we can deal with it,,
walaupun entah ya gimana caranya bisa pergi ke luar kota atau luar negeri untuk sekolah, bekerja, beribadah, atau liburan, tanpa menghabiskan BANYAK SEKALI waktu hanya untuk perjalanan saja.
kalo biasanya saya bisa pulang mudik ke rumah saya di Tasikmalaya hanya dalam waktu 3 jam dari Bandung menggunakan mobil atau bis, mungkin kalo kendaraan bermotor sudah ngga bisa dipake lagi, saya terpaksa harus naik kuda selama 20 jam.
*ngga tau bener atau ngaco*

tapi...
ada masalah yang jauh lebih besar lho kalo yang "punah" bukan hanya bahan bakar fosil.
kalo listrik...?
WEW.
gimana caranya kita bisa hidup (normal seperti sekarang, berkarya, berprestasi, kaya informasi (hmm), praktis, aman, damai, tentram) dengan enak?
kita akan kehilangan fungsi telepon, handphone, komputer & internet, lampu, heater, televisi, rice cooker, microwave, semuanya..semuanya...

every day would be so empty..
every night would be so dark..
our life would be empty and dark..

(at least sampai umat manusia yang huLar biZaZa cerdas dan kuat bisa bangkit kembali)


jangan sampe itu terjadi.
saya ngga bisa tidur kalo kamar saya gelap.
apalagi kalo TV ngga nyala.

0 komentar: