Beberapa tahun lalu, terutama pada masa-masa SMU dan kuliah S1 yang "gilang-gemilang" (yea, right! :p), saya jarang sekali menemukan kesulitan yang berkaitan dengan masalah fisik maupun mental.
Selama tahun-tahun itu, fisik saya, meskipun tidak sempurna, masih tampak oke-oke saja. Saya punya kecenderungan menjadi gemuk dengan sangat mudah, tetapi selalu bisa menurunkannya kembali, dengan beberapa usaha.
Penglihatan saya oke, bisa digunakan untuk mengamati atau membaca apapun yang tertangkap mata, besar kecil jelas buram, tanpa upaya ekstra.
Rambut saya tumbuh sehat, berkilau, bahkan membentuk ikal-ikal yang cute di bagian ujung-ujungnya.
Daya ingat dahsyat. Nyaris ngga ada orang yang bisa melarikan diri dari janji yang diberikan kepada saya. Kalimat-kalimat, agenda-agenda, tugas-tugas, dan sebagainya, terus berputar lancar di dalam kepala saya. Hampir tidak ada yang terkubur atau hilang tanpa sepengetahuan saya.
Emosi? Hmmm...meskipun saya terkenal gampang meledak, amarah saya tidak pernah bertahan lama dan selalu bisa diredakan dengan gampang.
Lalu, gimana sekarang?
Oh, well...things changed...but, not in the good way...
Badan saya...mengembang ke samping terus...melebar dan semakin berat. Kini, sulit banget bagi saya untuk mengembalikan berat badan kepada kisaran angka "normal" lagi. Memang, sih, usaha saya belum maksimal dan melibatkan kombinasi diet-olahraga teratur-mengubah gaya hidup, tapi biasanya bobot saya bisa diturunkan hanya dengan mengurangi asupan karbohidrat.
Mungkin sekarang sistem pencernaan saya sudah makin ngaco, sehingga lemak-lemak itu betah bersarang di omentum, paha, pinggul, bokong, lengan, dan pipi saya.
Terkadang berat untuk menghadapi reaksi orang-orang yang dulunya mengenal Isma sebagai perempuan langsing. Maklum, perbedaan Isma dulu dan kini adalah 22 kilogram.
HuwHuwHuw.....
Masalah penglihatan juga menghantam dengan cukup keras.
Saya sangat hobi membaca, dan rutin membaca dalam frekuensi yang cukup lama, setiap hari sejak usia 4,5 tahun.
Sebelumnya saya begitu bangga dengan mata saya yang tahan banting meskipun dipakai membaca berjam-jam, bahkan sehari-semalaman, kadang tanpa cahaya yang cukup. Kirain penglihatan saya akan terus jaya hingga tua nanti. Tidak pernah terbersit di pikiran saya untuk mengenakan kacamata minus atau sejenisnya.
Sekarang, mata saya gampang lelah, penglihatan kadang mengabur, dan...payah pokoknya.
And the stubborn me won't let herself to seek professional help (a.k.a using glasses).
Jadi, saya tetap menjalankan aktivitas membaca, seperti biasa, tanpa kacamata, although i have to admit that i have blurry sight now..
My next issue is hairloss...hehehe...Iya, rambut saya rontok parah...!!!
Terlebih sejak saya berjilbab, kerontokan makin menjadi, dan kulit kepala tidak mau menunjukkan reaksi terhadap beberapa jenis shampoo, serum, dan ramuan tradisional yang saya gunakan.
Soal daya ingat, ia menurun juga. Saya sering sekali melupakan janji temu, agenda penting, pekerjaan, tugas kuliah, dan beberapa hal lain. Bahkan, saya sering merasa tidak ingat sama sekali, meski sudah diingatkan oleh orang lain.
Scary, isn't it?
Dan soal emosi, ah...Sudahlah...Saya sudah bingung dengan keanehan diri saya dalam menanggapi berbagai masalah.
Beberapa tahun lalu, saya akan berteriak untuk melepaskan kekesalan. Melabrak kalau sudah tidak tahan. Cuek bebek di saat benar-benar tidak peduli.
In these past few years, i've developed a new habit: throwing stuff at people that make me mad.
And, oh, i also keeping grudge...
Super scary....That's for sure.
Mesti berubah, nih...
Insya Allah, Maret ini saya akan berusia 25, dan akan menjadi seorang istri dalam beberapa bulan ke depan.
Hidup pasti akan lebih berwarna bagi saya..baik terang maupun gelap.
Saya harus lebih siap untuk bertempur, kan?
Fisik dan mental saya mesti lebih oke, ah..
KUDU...WAJIB...!!!
Do'akaaaan....!!!
Jumat, 27 Februari 2009
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar