Setelah luama buanget ngobrolin tanggal, yang menghambat ke keseluruhan persiapan pernikahan saya..akhirnya ada juga tanggal yang disetujui oleh kedua belah pihak (saya yang selalu berantem sama my bebe dan keinginan kedua keluarga yang agak berbeda).
Insya Allah, my wedding is gonna be held on May 23rd..
I've never really fond of May, actually...but, whatever lah..hehehe
Gedung sudah cocok dan dapet..The next thing in my list was dress, tetapi karena saya belum sempet pulang lagi ke Tasik untuk bikin kebaya di tempat langganan teteh, urusan foto prewedding naik ke atas.
Kemarin udah deal sama Bobby, pacar, eh, calon suaminya sahabat saya, Kattie, yang udah luama jadi fotografer profesional spesialis wedding, dengan nilai yang lumayan mahal buat saya (stress dan baru nyadar kalo menikah itu sama dengan menghabiskan uang..hehehe).
Pemotretan prewedding dijadwalkan tanggal 7 dan 8 Maret, yang bertepatan dengan libur kuliahnya my bebe..tapi jadi saya yang harus bolos kuliah. Bagus banget yaah...
Sejuta rasa sialnya, masih ada urusan kostum, make-up, dan penentuan lokasi pemotretan yang mesti saya pikirin...sendiri...since dear hubby-to-be sibuk di kota lain.
Gara-gara bingung, saya yang baru lepas dari deadline yang maha berat malah cenderung lebay dalam mikirin persiapan pernikahan dan (pura-pura) ngelupain bahwa deadline pengumpulan proposal thesis adalah besok...
haiah...!!
Saya udah bikin tiga BAB, tapi belum bisa diajukan karena ngga sempat diserahkan dulu sama pembimbing..
Mengapa begitu??
Karena pembimbing saya diganti, sodara-sodara...menjadi orang-orang yang nyaris jauh dari impian saya...HUH!!
Jadi, sepertinya saya nunggu rombongan sidang UP bulan depan aja..mudah-mudahan ada...Amiiin...
Untuk sisa bulan ini, saya pengen santai-santai dulu deh..sambil nunggu kiriman "tugas" baru dari orang-orang yang biasa ngasih saya obyekan..hehe..
Karena, ternyata jadi freelancer itu berat banget. Nomor satunya adalah dalam mendisiplinkan diri untuk duduk teratur selama beberapa jam kerja di depan laptop..tapi bukan baca-baca blog, Facebook, atau maen Polyvore, ya... :p
Nomor duanya adalah tersiksa sama deadline yang teramat sempit.
Sebagai "orang luar" penerbitan yang ditugasi untuk membantu pekerjaan "orang-orang dalam", saya harus bersedia menepati deadline ketat demi memberi waktu yang cukup bagi mereka untuk mengoreksi, mengolah, dan memproduksi hasil kerjaan saya.
Well...pengen tahu gimana rasanya bekerja dalam deadline ketat tanpa aturan formal yang mengikat atau monster boss yang mengawasi di belakang punggung?
Keadaannya mirip dengan menjalankan diet ketat sambil dikelilingi tumpukan cemilan MSG dan soda dan buku-buku Enid Blyton dan Langit Kresna Rahadi dan kepingan-kepingan DVD yang belum ditonton...
*berguling-guling ketawa sendiri dengan miris*
Selasa, 17 Februari 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


4 komentar:
uuu . .
mau nikah yak ?
iya....
Insya Allah...
Mohon do'a...
^_^
wah, sepertinya seru sekali ya menyiapkan pernikahan :)
hehehe......
iya, emang seru bangget...
;p
Poskan Komentar